Keajaiban Bersedekah Dan Hikmah Didalamnya

Keajaiban bersedekah dan hikmah didalamnya- Namaku din seorang santri putra yang ndugal atau nakal, namun tidak onar ataupun radikal. Kala itu aku sebagai pengurus disalah satu pondok pesantren di Kendal. Tepatnya mengurusi kopontren. Suatu ketika salah seorang teman yang satu kepengurusan denganku di kopontren memintaku untuk menyowankan atau memintakan ijin pulang kepada Pengasuh.

Dengan alasan bahwa neneknya wafat. Sebut saja namanya Iqbal rumahnya berada di kota weleri di desa Saren. Sebagai santri yang ndugal tentunya momen ini benar-benar aku manfaatkan untuk bisa jalan-jalan. Maklum namanya juga santri keseharinnya terkurung didalam pesantren, jadi ini adalah salah satu hiburan untuk sekedar merefresh otak.

Percakapan santri

Keajaiban bersedekah- Iqbal :”Tulung aku disowanke pak yai, aku arep ijin balik, mbahku sedo”. (tolong aku disowankan ke Pk yai, aku mau ijin pulang, karena nenekku meninggal)

Aku : ” Yo siap,brow tak maturke yai saiki” ( ya siap, mas tak bilangkan dahulu ke pak yai). Kemudian akupun melangkah menuju ndalem kiyai. Dengan pelan-pelan aku melangkahkan kaki untuk sampai depan pintu ndalem. Kemudian aku ketuk pelan-pelan. Singkat cerita.

Pak yai :”piye ono opo?” (ada apa ?)

Aku: “Kulo nyuwun ijin, ajeng ngeterke iqbal mantuk,keranten simbahe sedo”. ( saya minta ijin, mau mengantarkan Iqbal pulang, karena neneknya meninggal)

Larangan yang Tidak Masuk Akal

Pak yai : ” yo rono,TAPI OJO TEKAN OMAHE!!, terke tekan lampu abang ijo terus kon numpak bis cahe”. (ya sana, tapi jangan diantar sampai rumahnya!!, diantar saja sampai lampu hijau, kemudian suruh naik bis dia)

Aku : ” nggih.” (iya)
Kemudian akupun menghampiri iqbal,

Aku: “Brow wes diijini, tapi tekan lampu abang ijo wae, koe numpak bis kone yai.” (mas sudah diijinkan, tapi cuma sampai lampu merah, kamu naik bis suruh yai )

Iqbal: ” alah podo wae to, terke aku tekan omah wae, Pak yai kan gak ngerti, mosok nggadoki cuman tekan bangjo”. (alah sama saja to, antarakan aku sampai rumah saja, Pak yai kan tidak tahu, masak cuman sampai lampu merah )

Aku : “oh iyo betul, aneh mosok kok ngeterke cuman tekan bang jo”. ( oh iya benar, aneh masak kok ngantarnya cuman sampai lampu merah)

Perjalanan dimulai

Keajaiban bersedekah- Kemudian akupun mengantarkan si iqbal memakai motor revo yang biasa untuk transportasi berbelanja milik ndalem ( keluarga pengasuh). Selama perjalanan hatiku masih tanda tanya atas perintah yai tsb ( melarang mengantar sampai rumah). Masih ada rasa ndak enak kalau terjadi sesuatu nanti dijalan. Dalam hatiku yang paling dalam aku merasa kalau aku menyalahi aturan dari Pengasuh.

Menjumpai seorang ibu misterius

Dan sampai separo perjalanan tepatnya masih sampai desa Gubugsari masih kurang 3 kilo meter sampai desa Saren. Kujumpai seorang ibu- ibu dan anaknya yang masih kecil mendorong motor. Kuhampiri ibu2 itu sambil kutanya,

” wonten nopo buk, kok motore disurung?” (ada apa gerangan bu,kok motornya didorong ?).

Ibu2 itu menjawab ” ohyo le, motore ibuk kentekan bensin” (ohya nak,motor ibu kehabisan bensin).

” Sekedap buk, motore tak tumbaske bensin”.(Sebentar bu tak belikan bensin)

kemudian bensinnya aku isikan ke motor si ibu tersebut, ibu itu berterimakasih sambil memberikan sejumlah uang kepadaku, namun aku menolaknya. Alhasil ibu itu bisa melanjutkan perjalananya dengan menaiki motornya, tidak dengan didorong lagi. Tak tahu kenapa hatiku sedikit lega dari sebelumnya, setelah pertemuan dengan ibu-ibu tadi.

Takdir buruk yang terlaksana

Setelah perjalanan hampir dekat desa Saren rumah iqbal, tak diduga ada razia operasi kelengkapan surat2 kendaraan oleh polisi. Dalam posisi yang begitu menakutkan, aku tak dapat menghindar dari razia tersebut.
Al hasil spontan terlintas dibenakku bahwa apa yang diingatkan yai benar, “Ojo diterke tekan omah!!!” (jangan diantar sampai rumah!!). Oh ini ternyata dibalik pesan pak yai yang sebenarnya. Beliau ingin menyampaikan bahwa nanti bakal ada taqdir buruk menimpaku, yaitu aku akan kena razia polisi kalau mengantarnya sampai rumah. Kemudian 1 orang polisi menghampiriku, keningku berkeringat dingin karena aku merasa tak membawa SIM C kala itu.

Keajaiban dari bersedekah

Kemudian polisi itu menayakan kelengkapan surat2 ku. Sambil tergesa2 aku membongkar tasku sampai aku keluarkan semua isinya, alhasil SIM C ku tiba2 saja ada dibalik kitab pelajaranku. Aku sontak percaya tak percaya, kok bisa-bisanya. Seingatku SIM C ku, aku tinggal di almari kamar pesantren. Kemudian aku perlihatkan pada polisi itu, juga STNKnya dan akupun diperbolehkannya untuk melanjutkan perjalanan. Setelah itu aku pun merasa lebih lega lagi.

Hikmah dari bersedekah

Singkat cerita aku merenungi segala peristiwa yang terjadi,ternyata iya memang benar bahwa ada banyak hikmah dari kejadian tersebut.
1. Bahwasanya seorang santri harus taat kepada kyai yang menjadi aburuh, atau pendidik jiwa.
2. Seorang kiyai memiliki pandangan kasyaf yang kadang tidak bisa dinalar oleh akal biasa. Pak kyai tahu akan apa yang akan terjadi pada santrinya yaitu berupa takdir buruk, akan tetapi dengan sedekah takdir buruk tersebut dapat dihilangkan balaknya.
3. Bersedekahlah, karena sedekah dapat menghapus balak.

Kisah tadi benar-benar kisah real yang pernah aku alami ketika masih nyantri. Terkadang memang suatu ilmu itu sebegitu mudahnya untuk dipahami secara teoritis. Akan tetapi untuk aku sendiri yang kadar keimanan dan kesolihannya minus banget maka ada cara yang unik dari Alloh untuk memberikan kepemahaman dan hidayah kepadaku, secara umum bagi hambanya yang dikehendaki. Mungkin kalian juga pasti punya seabrek kisah yang unik yang patut diambil hikmahnya kelak dikemudian hari ketika sudah mukim atau menetap dimasyarakat.

Comments (No)

Leave a Reply